Hal ini sudah saya alami berkali-kali. Ketika saya didzhalimi, disakiti, ataupun dikhianati. Saya hanya punya 2 pilihan doa:
(1) Doa keburukan untuk si pelaku
(2) Doa kebaikan dan kebahagiaan untuk saya
Setiap saya memilih no (1) saya malah ikut tersakiti karena kasian melihat si pelaku mendapatkan balasannya. Selain itu, ada rasa bersalah. Takut dia menderita karena doa saya - maka saya tidak ada bedanya dengan dia.
Tapi, ketika saya memilih no (2) saya akhirnya diberi kebahagiaan yang tidak terduga-duga hingga hati saya riang tidak terkira, sampai-sampai saya tidak peduli lagi dengan si pelaku. Ajaibnya, biasanya pelaku juga sudah mendapatkan balasannya. Sayangnya, saya sudah terlalu fokus dengan kebahagiaan saya hingga saya tidak kasihan lagi dengan si pelaku. Toh, bukan saya juga yang mengutuk dia.
#myselfreminder
